Mikrotik – Simple Queues

Dalam menerapakan QoS pada mikrotik, cara yang paling mudah untuk melakukan manajemen bandwith pada setiap client adalah dengan menggunakan fitur simple queue

Untuk simple queue ini juga bisa diterapkan di ISP cuma disini saya mempraktekkan hanya untuk client pada router rumahan
Ok langsung aja, persiapkan router internet

Jadi skenarionya router tersebut mendapatkan bandwith sebesar 10 Mbps yang throughputnya (besar bandwith real time) download 10M dan upload 2M, dan akan dibagikan ke client

Pada ROSv6 berikut tampilan dalam menambahkan simple queue

Bisa dilihat dibawah, ada parameter Target (IP client) dan Dst (IP tujuan), definisikan Dst untuk membuat rule lebih spesifik, rule spesifik berjalan pada posisi atas karena sama seperti firewall rule dibaca dari atas ke bawah

Rule spesifik contohnya bisa digunakan ketika tidak ingin melimit koneksi antara jaringan lokal dengan lokal
Simple queue juga bisa dikombinasikan dengan packet mark (mangle), bisa dikonfigurasi pada tab Advanced

Dan juga diterapkan parent untuk menghubungkan dengan rule lain, rule dibawah nya (child) yaitu rule yang mengkonfigurasi parent, target client yang dilimit lebih spesifik
Untuk melimit total baik itu upload dan download ada pada tab Total, biasanya diterapkan jika jaringan yang dimiliki kurang bagus
Ok langsung saja ke pembuatan rule

Pertama kita buat dulu router mengetahui besar bandwith yang kita punya, tentunya dengan mendefinisikan subnet client
Bisa dilihat diatas jika target didefinisikan 1 subnet IP maka limitasi untuk seluruh client tidak untuk per client, cuma tetap saja jika clientnya tidak banyak bisa saja untuk client mendapatkan bandwith yang bagus

Jika client ada pada 2 subnet, tinggal tambahkan saja Targetnya, target bisa juga di isi dengan interface

Selanjutnya buat rule lagi untuk per client, contoh
Dengan rule diatas akan membuat Client1 mendapat bandwith paling maksimal download dan upload yaitu 5M/1M, jika traffic sedang padat atau client banyak maka client akan mendapat bandwith jaminan sesuai pada parameter limit at

Simple Queue juga bisa menerapkan Time
Dengan begitu setiap rule bisa diatur waktunya untuk dijalankan, memungkinkan limitasi bandwith yang berbeda pada hari yang sama

Ok itu saja untuk catatan di hari ini, mohon maaf atas segala kekurangannya, semoga artikel ini bermanfaat 🙂

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa itu STB OPENWRT

Layer7 Protocol SpeedTest untuk MikroTik

TES